Tampilkan postingan dengan label pengobatan bebek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengobatan bebek. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2016

PETERNAK BEBEK ANGON DIPANDANG SEBELAH MATA !!!


Banyak orang yang beranggapan bahwa beternak bebek angon bukan pekerjaan profesional dalam dunia persilatan eh... peternakan. Padahal untungnya sangat besar (kalau tidak terjadi hal-hal diluar dugaan tentunya).

Mau tahu perhitungan beternak bebek sistem angon ? (illustrasi 2016)
- Harga DOD Itik Jantan 1000 ekor @4000                         = Rp. 4.000.000
- Pakan Ternak sebanyak 10 sak @50kg                              = Rp. 3.500.000
- Vitamin Herbavit Plus (mengurangi angka kematian) 5 botol = Rp.    175.000
- Biaya lain-lain                                                                     = Rp.     500.000
---------------------------------------------------------------------------------
TOTAL                                                                                 = Rp. 8.175.000

Perkiraan Hasil Panen (2,5 - 3 bulan) :
80% dari 1000 ekor = 800 ekor @20.000 = Rp. 16.000.000
Banyak khan !!!!

20%-nya kemana ?
Angka kematian bibit, hilang dimakan hama, dan hilang dimakan sampah !!!
Ya, dimakan "sampah masyarakat" hehehehehe............................................
Mau Beternak bebek angon di Sumatera Utara ??? Ayo pindah kemari !!!
Kwak.... Kwak.............

Senin, 28 Maret 2016

KERACUNAN AFLATOKSIN PADA PAKAN DAN TERNAK BEBEK/ITIK

Kalau bebek sepertinya tidak pernah kena racun sianida.
Tapi kalau keracunan jenis lain suda pasti tentu. Pertanyaannya siapakah pelaku peracun bebek tersebut ??? Anda pasti tahu jawabannya, yaitu : Peternak !!!
Kalau bebek dikandangkan, bebek pasti menerima saja mau dikasih makan apa, kalau dikasih racun ya dimakan juga @@@

Kontaminasi aflatoksin dalam bahan makanan maupun pakan ternak lebih sering terjadi di daerah beriklim tropik dan sub tropik karena suhu dan kelembabannya sesuai untuk pertumbuhan jamur (Lanyasunya et al., 2005). Aflatoksin memiliki tingkat potensi bahaya yang tinggi dibandingkan dengan mikotoksin lain. Menurut Internasional Agency for Research on Cancer (IARC, 1988 dalam Suryadi et al., 2005), aflatoksin B1 merupakan salah satu senyawa yang mampu menjadi penyebab terjadinya kanker pada manusia. Aflatoksin berpotensi karsinogenik, mutagenik, teratogenik, dan bersifat imunosupresif (Lanyasunya et al., 2005).
Semua produk pertanian dapat mengandung aflatoksin meskipun biasanya masih pada kadar toleransi. Kapang ini biasanya tumbuh pada penyimpanan yang tidak memperhatikan faktor kelembaban (min. 7%) dan bertemperatur tinggi. Daerah tropis merupakan tempat berkembang biak paling ideal.

Aflatoksikosis.
Aflatoksikosis yang menyerang itik pada umumnya disebabkan oleh “Aflatoksin” yang dihasilkan oleh “Asperqillus Flavus”. Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membesar. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit kaki dan jari, terhuyung-huyung, akhirnya mati dalam posisi terlentang. Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding itik dewasa. Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kandang, penaburan kapur di lantai kandang, pembersihan kandang agar bebas dari serangga. Pengobatan hanya bisa diusahakan dengan memberikan anti biotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakannya.
  
Jagalah penyimpanan tempat pakan ternak agar tidak lembab, tertutup, dan belanja pakan untuk kebutuhan seminggu saja, jangan belanja pakan untuk persediaan 100 tahun, keburu rusak pakannya.
Oke, kwak--- kwak----

Jumat, 25 Maret 2016

PENGOBATAN PENYAKIT SALMONELLOSIS PADA ITIK ATAU BEBEK

Artikel ini saya kutik dari IPB Bogor lho !!!!
Mantap ini, ente harus percaya sama blog Peternakan Bebek Sumatera !!!!


Infeksi bakteri Salmonella yang disebut salmonellosis merupakan salah satu penyakit bakterial yang penting pada unggas. Secara oral, Salmonella melakukan penetrasi pada mukosa epitel dari usus halus, berinteraksi dengan sel epitel koiumnar dan lapisan sel mikro Peyer 's patches. Interaksi antara Salmonella dan epitel menggerakkan kemotaksis dari sel fagosit pada tempat infeksi, respon seluler ini meliputi heterofil dan makrofag yang bemigrasi pada permukaan lumen dimana mereka memulai eradikasi bakteri patogen. Koionisasi usus merupakan tahap pertama dalarn proses infeksi. Tahap kedua adalah invasi di luar saluran pencernaan yang mengakibatkan multiplikasi dalam jaringan sistem retikuloendotel dari hati dan limpa dan menyebar ke berbagai jaringan internal. Tahap terakhir adalah kadang-kadang terjadi bakterimia yang luas, dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.

Nah, penyakit yang berbahawa pada saluran usus tuh....
Itu sebabnya saya sering menyarankan kepada peternak agar tetap menjaga usus bebek agar dipenuhi bakteri positif. Caranya bagaimana ? Ya, minum Yakult !!!!
Kemahalan ya kalau dikasih yakult ??? 
Masak bebek dikasih yakult setiap hari, sedangkan juragannya belum tentu minum yakult, hahahaha.....
Yakult yg mengandung probiotik banyak dijual di toko-toko peternakan, sedangkan Yakultnya bebek bisa pakai Herbavit Plus, saya pakai ini biasanya.
Hasilnya ??? Bebek jarang kena penyakit. Mau ??? Beli aja sendiri !!! kwakakwkekakkakk................