Tampilkan postingan dengan label penyakit itik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit itik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

Pengobatan Penyakit Fowl Cholera (Kolera) pada Itik atau Bebek dengan Colamox 200 PT. Sanbe

Fowl cholera, bukanlah sebuah kata asing di telinga kita semua. Fowl cholera merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya radang pada muka, jengger dan pial. Di Indonesia, penyakit ini dikenal dengan sebutan kolera unggas atau avian pasteurelosis. Penyakit ini masih sering dijumpai di lapangan. Dari penanganan kasus di lapangan menyebutkan bahwa fowl cholera menempati peringkat 10 besar penyakit pada unggas. Fowl cholera biasanya ditandai dengan adanya morbiditas dan mortalitas berkisar 0-20%, sehingga penyakit ini cukup menyita perhatian para peternak. Sebenarnya apakah fowl cholera itu dan bagaimanakah penanganannya? 

Fowl cholera disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida yang merupakan bakteri gram ( - ), berbentuk ovoid, tidak membentuk spora, menunjukkan struktur bipoler serta kadang-kadang membentuk kapsul yang mengelilingi organisme tersebut. Kemampuan P. multocida sangat tergantung pada kapsul yang megelilingi organisme tersebut. Jika kapsul itu hilang maka kemampuan virulensinya juga akan menurun. P. multocida bersifat fakultatif anaerob pada suhu 35-37oC.

Kerugian yang diakibatkan oleh penyakit fowl cholera antara lain menurunnya produksi telur, morbiditas dan mortalitas meningkat, peningkatan biaya pengobatan serta peningkatan FCR. Untuk menghindari kerugian yang lebih banyak lagi, maka diagnosa yang cepat dan tepat sangat diperlukan sekali oleh para praktisi lapangan.

Untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri P. multocida juga dapat dilakukan dengan rolling (pergantian) antibiotik. Rolling antibiotik sebaiknya dilakukan setiap 3-4 periode pemberian. Rolling obat kolera ini tidak dimaksudkan pergantian merk obat yang digunakan, namun lebih kearah pergantian golongan antibiotik dalam obat. Contoh rolling pemberian antibiotik untuk mengatasi kasus kolera tertera pada tabel 3. Hal yang perlu kita cermati ialah rolling antibiotik ini tidak hanya dilakukan untuk menggantikan golongan antibiotik yang lama dengan antibiotik golongan terbaru, namun juga berlaku untuk sebaliknya. Mungkin saat ini golongan antibiotik yang banyak digunakan dan dipercaya ialah dari golongan floroquinolon. Namun jika terjadi resistensi pada golongan antibiotik ini bisa diganti (di-rolling) dengan antibiotik golongan lainnya, seperti golongan tetrasiklin.

Namun secara umum, pengobatan yang diberikan oleh peternak bebek di pulau sumatera adalah sebagai berikut :
- pemberian golongan antibiotik seperti Colamox 200, Mycobact, dll
- pemberian herbavit plus sebagai tambahan antibiotik pendukung, vitamin, dan probiotik yang menunjang terbentuknya immunitas pada itik
- penyemprotan kandang dengan jenis desinfektan yang berbeda golongan setiap saat (saat libur kandang, atau kasus penyakit)

Untuk informasi obat-obatan produk PT. Sanbe terlengkap di pulau sumatera dapat anda peroleh di Maju Bersama PS, Sei Rampah, Sumut. Silahkan anda search sendiri kontaknya di gooooooooogle..

 

Senin, 28 Maret 2016

KERACUNAN AFLATOKSIN PADA PAKAN DAN TERNAK BEBEK/ITIK

Kalau bebek sepertinya tidak pernah kena racun sianida.
Tapi kalau keracunan jenis lain suda pasti tentu. Pertanyaannya siapakah pelaku peracun bebek tersebut ??? Anda pasti tahu jawabannya, yaitu : Peternak !!!
Kalau bebek dikandangkan, bebek pasti menerima saja mau dikasih makan apa, kalau dikasih racun ya dimakan juga @@@

Kontaminasi aflatoksin dalam bahan makanan maupun pakan ternak lebih sering terjadi di daerah beriklim tropik dan sub tropik karena suhu dan kelembabannya sesuai untuk pertumbuhan jamur (Lanyasunya et al., 2005). Aflatoksin memiliki tingkat potensi bahaya yang tinggi dibandingkan dengan mikotoksin lain. Menurut Internasional Agency for Research on Cancer (IARC, 1988 dalam Suryadi et al., 2005), aflatoksin B1 merupakan salah satu senyawa yang mampu menjadi penyebab terjadinya kanker pada manusia. Aflatoksin berpotensi karsinogenik, mutagenik, teratogenik, dan bersifat imunosupresif (Lanyasunya et al., 2005).
Semua produk pertanian dapat mengandung aflatoksin meskipun biasanya masih pada kadar toleransi. Kapang ini biasanya tumbuh pada penyimpanan yang tidak memperhatikan faktor kelembaban (min. 7%) dan bertemperatur tinggi. Daerah tropis merupakan tempat berkembang biak paling ideal.

Aflatoksikosis.
Aflatoksikosis yang menyerang itik pada umumnya disebabkan oleh “Aflatoksin” yang dihasilkan oleh “Asperqillus Flavus”. Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membesar. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit kaki dan jari, terhuyung-huyung, akhirnya mati dalam posisi terlentang. Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding itik dewasa. Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kandang, penaburan kapur di lantai kandang, pembersihan kandang agar bebas dari serangga. Pengobatan hanya bisa diusahakan dengan memberikan anti biotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakannya.
  
Jagalah penyimpanan tempat pakan ternak agar tidak lembab, tertutup, dan belanja pakan untuk kebutuhan seminggu saja, jangan belanja pakan untuk persediaan 100 tahun, keburu rusak pakannya.
Oke, kwak--- kwak----

Jumat, 25 Maret 2016

PENGOBATAN PENYAKIT SALMONELLOSIS PADA ITIK ATAU BEBEK

Artikel ini saya kutik dari IPB Bogor lho !!!!
Mantap ini, ente harus percaya sama blog Peternakan Bebek Sumatera !!!!


Infeksi bakteri Salmonella yang disebut salmonellosis merupakan salah satu penyakit bakterial yang penting pada unggas. Secara oral, Salmonella melakukan penetrasi pada mukosa epitel dari usus halus, berinteraksi dengan sel epitel koiumnar dan lapisan sel mikro Peyer 's patches. Interaksi antara Salmonella dan epitel menggerakkan kemotaksis dari sel fagosit pada tempat infeksi, respon seluler ini meliputi heterofil dan makrofag yang bemigrasi pada permukaan lumen dimana mereka memulai eradikasi bakteri patogen. Koionisasi usus merupakan tahap pertama dalarn proses infeksi. Tahap kedua adalah invasi di luar saluran pencernaan yang mengakibatkan multiplikasi dalam jaringan sistem retikuloendotel dari hati dan limpa dan menyebar ke berbagai jaringan internal. Tahap terakhir adalah kadang-kadang terjadi bakterimia yang luas, dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.

Nah, penyakit yang berbahawa pada saluran usus tuh....
Itu sebabnya saya sering menyarankan kepada peternak agar tetap menjaga usus bebek agar dipenuhi bakteri positif. Caranya bagaimana ? Ya, minum Yakult !!!!
Kemahalan ya kalau dikasih yakult ??? 
Masak bebek dikasih yakult setiap hari, sedangkan juragannya belum tentu minum yakult, hahahaha.....
Yakult yg mengandung probiotik banyak dijual di toko-toko peternakan, sedangkan Yakultnya bebek bisa pakai Herbavit Plus, saya pakai ini biasanya.
Hasilnya ??? Bebek jarang kena penyakit. Mau ??? Beli aja sendiri !!! kwakakwkekakkakk................

Selasa, 22 Maret 2016

PENGOBATAN PENYAKIT CORYZA DAN SNOT PADA BEBEK / ITIK

Lihat foto dibawah !!! Kalau ada bebekmu seperti dibawah ini, berarti anda peternak yang pemalas :)
Malas bersihkan kandang sehingga kandang becek, amoniak (bau kotoran yg menyegat) naik, sehingga terjadilah Coryza (mungkin nanti bisa jadi nama anak anda, hehehe)....

Coryza.
Penyakit Coryza disebut juga penyakit pilek menular. Penyebabnya adalah semacam microorganisme. Penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim. Penularannya sangat cepat, melalui kontak langsung antara itik yang sakit dengan itik yang sehat. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit pilek menular ini adalah keluarnya kotoran cair kental dari mata. Jadi penyakit ini mirip dengan penyakit White Eye. Anak itik berumur 1 minggu sampai 2 bulan merupkan yang paling sering menderita. Akan tetapi itik dewasa pun dapat pula terserang wabah penyakit Coryza ini. Pengobatan yang paling efesien adalah dengan menyuntikan “Streptomycin Sulphat” secara individual dengan disis 0,4 gram rendah dengan patokan berat badannya. Penyuntikan dapat diulang sekali dalam sehari untuk selama beberapa hari, dengan dosis Streptomycin setengah dari dosis diatas.

Cara pengobatan cukup dengan 3 jurus : Semprot - Antibiotik - Vitamin (Herbavit Plus). Mudah, dijamin sembuh, kalau tidak sembuh berarti anda rugi !!!
Lihat cara pengobatan di artikel pengobatan lainnya @@@ Dicari !! Jangan malas !!!

Minggu, 20 Maret 2016

PENGOBATAN PADA BEBEK YANG MEMAKAN BANGKAI

Banyak peternak di kampung yg bilang, bebek gak bisa cium bau bankai, bebek bisa mati ???? Padahal yang sebenarnya bebek tidak boleh memakan bangkai !!! Kenapa ??? Karena bangkai banyak mengandung mikroorganisme patogen. Jadi bagaimana pencegahan yang baik ???
Ya, bebeknya jangan dikasih makan bangkai donk..... 
Atau cara lain, dengan pemberian asupan suplemen secara rutin kepada ternak yang mengandung probiotik, herbal, vitamin, asam amino, dan lain-lain yang dapat meningkatkan imunitas ternak. Salah satunya dengan pemberian Herbavit Plus !!! Seperti kita ketahui dengan pemberian probiotik, maka didalam tubuh ternak akan banyak populasi bakteri positif, begitu bebek makan bangkai maka bakteri negatif yang ada dalam bangkai tersebut akan dibasmi oleh populasi probiotik (bakteri baik). Dan kandungan herbalnya pun mampu membasmi bakteri pathogen, diserang dari dua arah tuh bakteri negatifnya.

Botulism (Limberneck).
Penyakit Botulism pada umumnya terjadi karena itik makan bangkai. Misalnya pemberian makanan daging bekicot yang sudah layu. Bangkai yang sudah berulat mengandung kuman yang berbahaya yaitu “Clastrididium Botulinium”. Kuman tersebut memproduksi racun. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah leher itik seperti tidak bertulang, tidak tegag atau lunglai setelah itik memakan bangkai 1-3 hari. Beberapa jam kemudian setelah leher lunglai mengakibatkan kematian. Pencegahan dilakukan dengan memelihara kesehatan lingkungan yang baik dan tidak memberi pakan yang sudah basi (bangkai). Bila masih mungkin ternak itik yang sakit dapat diberikan obat–obatan pencahar agar itik menceret dan kuman beserta racunnya dapat ikut keluar dari saluran pencernan. Pengobatan secara tradisional yang dapat membantu menyembuhkan yaitu dengan memberi: minyak kelapa satu sendok makan dan air minum yang bersih. Minyak kelapa yang menbuat itik haus dan ingin minum sebanyak–banyaknya. Jika itik banyak minum, racun dalam darah itik akan encer dan daya kerjanya berkurang, dengan demikian angka kematian akan menurun.

Selamat beternak bebek tahan penyakit.... kwak kawakk....

Rabu, 16 Maret 2016

PENGOBATAN PENYAKIT BERAK DARAH (COCCIDIOSIS) PADA BEBEK / ITIK


Apa itu Coccidiosis ??? Berak Darah !!! Kenapa bisa berdarah ??? Apa karena bebeknya minum darah ??? Hehehe............................
Ini dia tulisan dari para ahli : Avian Coccidiosis (koksidiosis) merupakan penyakit usus yang disebabkan oleh protozoa parasit Genus Eimeria (Allen dan Fetterer, 2002). Eimeria berkembang biak di saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan jaringan (Calnek dkk., 2001).



Coccidiosis. 
Coccdiosis adalah penyakit berak darah yang juga menyarang itik. Gejala itik yang diserang penyakit ini adalah kurang nafsu makan, berat badan menurun drastis dan akhirnya lumpuh. Penularan melalui kotoran itik yang membawa coccidia dan terjadi relatif cepat pada itik segala umur, tetapi yang banyak terserang adalah pada anak itik. Untuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit C0ccidiosis dapat dipakai obat-obatan seperti: “furazolidone, nitrofurazone atau nicardbazin”. Obat-obatan tersebut dicampurkan kedalam pakan itik atau dilaturkan kedalam air minum. Untuk membantu kontrol penyakit Coccidiosis, berikan vitamin A dengan konsentrasi tinggi.

Bagaimana cara pengobatannya ??? Mudah, dan gampang, caranya hampir sama dengan cara : PENGOBATAN PENYAKIT FOWL CHOLERA !!! Cari sendiri artikelnya di blog ini, ayo di search !!!
Jangan malas kayak entok .....

Jumat, 11 Maret 2016

PENGOBATAN PENYAKIT BEBEK/ITIK AKIBAT PEMBERIAN PAKAN BERJAMUR

Pemberian pakan ternak pada bebek atau itik merupakan salah satu keberhasilan dalam beternak. Pakan yang telah berjamur atau kadaluarsa dapat mengakibatkan kematian pada bebek/itik khususnya bebek Meri atau (DOD - Daily Old Duck) atau bibit bebek baru menetas (umur 1 hari).

Mycosis.
Penyakit “Mycosis” pada itik terjadi karena itik secara sengaja atau tak sengaja mengkonsumsi pakan yang sudah basi atau jamur yang tumbuh di lantai (litter) kandang itik. Itik yang keracunan jamur terlihat lesu, nafsu makan berkurang dan dalam beberapa hari berat badan merosot tajam. Bila tidak diketahui, itik akan mati dalam waktu seminggu. Pencegahaan hanya bisa dilakukan dengan pemeliharaan kesehatan dan kebersihan kandang yang baik. Lantai (litter) kandang secara berkala dijemur, diusahakan tidak lembab dan diberi kapur, terutama dimusim penghujan. Pengobatan penyakit Mycosis karena jamur bisa dilakukan dengan memberi antibiotika yang dicampurkan kedalam air minum atau pakan itik.

Cara terbaik adalah dengan pencegahan pemberian pakan yang masih baru khususnya pada DOD. Namun jika ada pakan yang telah berjamur atau kurang baik, maka dapat diberikan pada bebek remaja (grower) atau dewasa (petelur atau pedaging) dengan cara menyiramkan dengan air panas pada pakan yg telah berjamur. Hal ini sudah biasa dilakukan oleh para peternak yang sudah berpengalaman. Ada juga beberapa peternak memfermentasi pakan tersebut dengan menggunakan MIKROBA FERMENTASI PAKAN TERNAK. Jadi tidak perlu kuatir akan kesehatan ternak anda. Saran saya, perkuat imunitas bebek dengan pemberian suplemen bebek seperti Herbavit Plus atau bisa juga eengan Probiotik Broiler PHPMB. Salam Kwak.. Kwak....

Rabu, 09 Maret 2016

PENGOBATAN PENYAKIT FOWL CHOLERA (KOLERA) PADA ITIK

Pada dasarnya, bebek akan dapat hidup dengan sehat apabila memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Memperkuat daya tahan tubuh (imunitas) merupakan salah satu cara mengurangi angka kematian. Jadi saat bebek terkena serangan penyakit seperti Fowl Cholera akan mudah disembuhkan.

Fowl Cholera (kolera itik).
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri “Pasteurella Avicia”. Kandang yang basah serta lembab mempercepat penularan. Penyakit yang menyerang anak itik umur 4 minggu dapat menimbulkan kematian sampai 50%, sedang pada itik dewasa menimbulkan kematian kurang dari 50%. Gejala penyakit ini adalah: sesak nafas, pial bengkak, dan panas, jalan sempoyongan. Itik yang terserang penyakit kolera yang akut akan meratap dan mengeluarkan suara yang nyaring dan keluar dari kelompoknya. Keganasan penyakit ini dapat menyebabkan infeksi darah, dan itik akan mati secara mendadak. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi Fowl Cholera. Pengobatan bagi itik yang terserang pada tingkat awal dapat digunakan obat Choramphenicol, Tetracycline atau Preparat-preparat Sulfat.

Berikut 3 (tiga) teknik jurus jitu yang dapat diterapkan untuk mengatasi atau mengobati penyakit fowl cholera :
1. Desinfeksi Kandang, dengan penyemprotan kandang akan membasmi bakteri pada lingkungan kandang penyebab penyakit kolera. Banyak jenis desinfektan, namun pilih yang paling ampuh, biasanya peternak beli desinfektan dari Maju Bersama Poultry Shop (ini linknya : www.majubersamaps.com)
2. Pemberian Antibiotik, bertujuan untuk membasmi bakteri penyebab penyakit didalam tubuh bebek, banyak jenis obatnya, tinggal minta pendapat saja sama majubersamaps.com (karena disana obat-obatan cukup lengkap.
3. Pemberian Multivitamin bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan. Nah, kalau ini saya percayakan pada herbavit plus, krn mengandung vitamin dan ada kandungan herbal yg cukup ampuh didalamnya.

Mudah kan Kwak ? !!!

Jumat, 04 Maret 2016

PENYAKIT BROODER PNEUMONIA dan SNOT PADA DOD (Daily Old Duck) Bibit Itik/Bebek

Pemeliharaan pada masa bibit (stater) berpengaruh terhadap pertumbuhan itik/bebek kelak, jika anak bebek sudah terkena penyakit, maka pertumbuhannya pun kelak akan terganggu. Umumnya penyakit saluran pernafasan disebabkan oleh kepadatan kandang dan kotoran atau sisa makanan yang dibiarkan begitu saja, sehingga mengakibatkan amoniak naik.

Brooder Pneumonia.  Penyakit Brooder Pneumonia umumnya menyerang anak itik yang masih memiliki bulu-bulu halus. Penyakit ini disebabkan oleh karena kotak atau pelingkar triplek terlalu padat, lampu pemanas untuk induk buatan kurang panas sehingga anak itik kedinginanan merasa pengap. Tanda-tanda anak itik terserang penyakit ini adalah pembengkakan di kepala, pernafasan terlihat sulit dan mata selalu mengeluarkan air. Pencegahan terhdap penyakit ini pada anak itik dapat dilakukan dengan mengontrol kapasitas kotak atau pelingkar dan mengontrol panas induk buatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian satu sendok teh baking soda dalam satu quart (1,136 liter) air minum selama 12 jam untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Untuk menangani masalah tersebut, hal yang perlu diperhatikan adalah kepadatan kandang dan penggunaan lampu pemanas yang cukup. Untuk mengurangi amoniak dalam kandang, peternak dapat memberikan probiotik pada air minum, sehingga mengurangi kadar amoniak pada kandang. Hindari penggunaan vitamin dan antibiotik kimia secara berlebihan pada masa ini, sebaiknya menggunakan produk organik seperti Herbavit Plus atau Probiotik Broiler PHPMB yang bisa anda dapatkan di poultry shop terdekat di kota anda. Salam Kwak Kwek.............

PENGOBATAN (OBAT) PENYAKIT MATA PUTIH (WHITE EYE) PADA BEBEK ITIK

Artikel Berikut sering kita temukan dalam blog atau situs peternakan :


White Eye (Mata Memutih). 
Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang itik segala umur dan yang paling peka adalah itik umur kurang dari 2 bulan. Biasanya itik yang kurang vitamin A mudah terserang penyakit ini. Kandang yang lembab dan lantai (litter) yang basah juga memudahkan itik terserang penyakit ini. Tanda-tanda anak itik yang terserang penyakit ini adalah: cairan putih bening keluar dari mata dan paruh, kotoran yang bening dalam beberapa jam berubah menjadi kekuning-kuningan, itik sulit bernafas, lemah dan akhirnya lumpuh. Bila sampai kejang-kejang, kematian tak bisa dihindari. Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan dengan antibiotika yang dicampur kedalam air minum atau pakan. Antibiotika yang sering digunakan adalah Oxytetracycline (terramycin) atau Chlortetracycline (aureomycin) dengan dosis 10 gram per 100 kg pakan atau 10 gram dalam 40 gallon air minum akan membantu mengontrol penyakit White Eye.
Banyak peternak yang melakukan pengobatan sesuai petunjuk diatas, namun tetap gagal mengatasi penyakit paling wahid di dunia perbebekan tersebut.
Namun beberapa peternak banyak juga yang telah berhasil menemukan teknik pengobatan mata putih (white eye) pada penyakit bebek/itik tersebut dengan menggunakan ramuan herbal yang sudah banyak dijual di poultry shop di pulau sumatera seperti banda aceh, medan, pekan baru, padang, palembang, bengkulu, jambi, dan bandar lampung. Produk HERBAVIT PLUS merupakan salah satu solusi bagi peternak bebek/itik yang mengalami permasalahan penyakit mata putih dengan gejala awal : berak kapur, mencret, mata biru, dan akhirnya mata memutih. Silahkan menuju Kandang Herbalnya disini : http://www.proherbalplus.com/2014/09/proherbal-plus-mb-herbavit-plus-ramuan.html Semoga Berhasil !!! Kwek... Kwek... Kwek....